Atribut Kampanye Merusak Keindahan Kota Jogja

Atribut Kampanye Merusak Keindahan Kota Yogyakarta | Joogja Circles
Atribut Kampanye Merusak Keindahan Kota Jogja | Joogja Circles - Tak dapat dipungkiri, adanya atribut kampanye merusak keindahan kota. Perang baliho, poster, bendera kampanye terjadi hampir di semua tempat dari ruas-ruas jalan besar hingga ke pemukiman warga. Ramainya alat peraga kampanye para calon di Kota Yogyakarta justru terkesan menciptakan kesan kumuh serta amburadul. Seperti yang terlihat di jalan Tamansiswa Yogyakarta, bendera partai terpasang di kiri dan kanan jalan tak beraturan.

 "Di Jogja, bendera parpol menghiasi ruas-ruas jalan. Mulai yang kecil hingga yang besar. Namun semua itu justru merusak estetika kota jogja. Bahkan mengganggu pandangan." tutur Endiah, salah seorang warga jogja.

 Padahal, aturan pemasangan atribut kampanye telah diatur dalam Undang - Undang No. 08 Tahun 2012 tentang Pemilu. Pada Pasal 102, menegaskan bahwa pemasangan alat peraga kampanye harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Aturan tersebut ternyata kurang dipatuhi dan terkesan acuh tak acuh. Ironisnya lagi, pepohonan menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk memasang atribut kampanye. Bukankah tata cara kampanye telah diatur pula dalam Peraturan Komisi Pemilihan Pemilu (KPU) No. 01 Tahun 2013 yang melarang menempatkan alat peraga kampanye pada pepohonan, tiang listrik, tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, gedung sekolah, jalan protokol dan jalan bebas hambatan. Marilah kita ciptakan suasana kota yang indah dan nyaman ! (-Joogja Circles-)

Read our article at : http://log.viva.co.id/news/read/492564-atribut-kampanye-merusak-keindahan-kota-jogja
 

3 komentar:

Tari Cici mengatakan...

indonesia banget...
kalau atribut rapi berarti bkn indonesia... hehehe...

ndop mengatakan...

Komentar atasku itu bukan komentar yg mendidik...

Harusnya penduduk sekitar berani nyopot yg tidak seuai undang2 ya.. duh, tapi ya mana berani.. :(

Joogja Circles mengatakan...

@ndop : Kalau sendiri mana berani ya mas, biarlah yang punya wewenang yang menindaklanjutinya. Kita hanya bisa mengkritisi saja. :)

Posting Komentar

Joogja Circles, Berita dan Informasi Seputar Jogja.

Share Button :

 

Copyright © 2014 Joogja Circles | Powered by Blogger | You can also read our news at Facebook