Kendaraan Tradisional Khas Jogja

Kendaraan Tradisional Khas Jogja | Joogja Circles - Jogja, merupakan daerah pariwisata yang sangat menarik. Banyak wisatawan berkunjung di kota gudeg ini. Dalam kesempatan ini, Joogja Circles ingin memberikan informasi mengenai moda transportasi tradisional khas jogja. Apa saja itu, mari kita simak satu persatu : 
    Papikoe
  • Sepeda. Di Kota Yogyakarta, moda transportasi satu ini sangat ramah lingkungan. Sepeda sudah menjadi moda transportasi utama warga jogja sebelum adanya motor. Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini sedang menggalakkan moda transportasi ini. Pemerintah Kota Yogyakarta bahkan telah membuat jalur sepeda yang berada di jalan protokol sampai masuk ke daerah perkampungan. Banyak sekali komunitas-komunitas sepeda yang ada di Jogja, salah satunya adalah Papikoe yang merupakan paguyuban pit koeno dengan basecamp di Pasar Turi Bantul. Mengingat luasan Kota Yogyakarta yang relatif kecil maka penggunaan sepeda sebagai moda trasportasi untum berkeliling ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta akan memberikan keasikan tersendiri.  
Mas Hari - Tukang Becak
  • Becak. Becak merupakan moda transportasi tradisional yang memiliki kapasitas duduk 2 (dua) orang, romantis bukan. Kalau dibandingkan dengan bus, taksi atau angkutan kota lainnya, becak memang kalah saing. Namun, jika anda berkunjung ke jogja belum sempurna tanpa merasakan kekhasan becak jogja. Sekiranya anda sedang berada di kawasan Malioboro pasti ada tukang becak yang menawarkan jasanya untuk mengantar anda. Dibutuhkan daya tawar yang baik untuk dapat menggunakan moda transportasi tradisional satu ini. Pernah dengar nama Blasius Haryadi yang akrab disapa Mas Hari. Ya, beliau adalah tukang becak asal Jogja yang populer di dunia maya. Mas Hari (42) yang mangkal di kampung turis Prawirotaman Kota Yogya sudah puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai tukang becak. Beliau punya cara tersendiri dibandingkan tukang becak lainnya, yaitu menggunakan dunia maya sebagai sarana komunikasi dengan pelanggannya. 
Sumber : http://handoyoblog.com
  • Andong. Andong merupakan salah satu warisan budaya Jawa, ciri khas kebudayaan tersendiri yang kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta. Keberadaan moda transportasi ramah lingkungan ini tetap dipertahankan untuk mendukung pariwisata. Andong-andong ini dapat ditemui dengan mudah di sepanjang jalan Malioboro, pasar Ngasem, serta di Kotagede. Saat ini di kota Jogja sendiri terdapat 322 andong. Kedepan becak dan andong tak lagi menjadi alat transportasi umum, melainkan lebih dikhususkan sebagai sarana transportasi pariwisata. 

6 komentar:

Ario Antoko mengatakan...

di jakarta semua ada itu, mungkin krn impor dari jogya kali yah :D

Rawins mengatakan...

hary van jogja ngeksis euy...
sayang sepeda onthel sekarang mulai tergusur ya
bentar lagi jogja mau jadi kota sepeda motor

the others mengatakan...

Ketiga kendaraan tradisional itu juga masih ada lo di kotaku tercinta.. :)

catatan kecilku mengatakan...

Kalau ke Yogya, aku suka naik andong dari Malioboro sampai Notoprajan.... Asyik banget.

Restu Nugroho mengatakan...

tukang becaknya gahool pisan uy..
hehe.

Ila Rizky Nidiana mengatakan...

di tegal ketiganya juga masih dipakai, kak. kalo andong biasanya ada di slawi. cuma jumlahnya ga terlalu banyak dibanding di jogja.

Posting Komentar

Joogja Circles, Berita dan Informasi Seputar Jogja.

Share Button :

 

Copyright © 2014 Joogja Circles | Powered by Blogger | You can also read our news at Facebook