Pertahankan Kelestarian Bahasa Jawa

Budaya Jawa
Pertahankan pelestarian Bahasa Jawa | Joogja Circles - Dewasa ini, penggunaan bahasa jawa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin hilang. Banyak generasi muda yang kian tak mengenal bahasa jawa. Ketika kami mewawancarai tentang bisa tidaknya berbahasa jawa kepada seorang mahasiswa, Fitriana Astari Dewi (18th) mengatakan, "Maaf saya tidak bisa bahasa jawa dengan baik". Terlebih lagi ketika banyak diberitakan di media massa bahwa bahasa jawa dan bahasa daerah lain sudah dikesampingkan dalam Kurikulum 2013. Di dalam kurikulum 2013 tersebut Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menerangkan bahwa bahasa daerah dimasukkan dalam kolom kurikulum seni budaya dan prakarya yang pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing daerah. Hal ini menjadikan Bahasa Jawa semakin terpuruk keberadaannya. 

Tahukah anda ? Sejak Indonesia belum merdeka masyarakat Jawa sudah memiliki tradisi, filosofi, cara berbusana sendiri, maupun makanan sendiri. Untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat jawa perlu dilestarikan penggunaan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari. 

Di Yogyakarta sendiri, penggunaan bahasa jawa telah diatur dalam Peraturan Gubernur DIY No. 40 Tahun 2012. Di dalam Pergub tersebut penggunaan bahasa jawa dilakukan setiap hari Jumat pada jam kerja di seluruh satuan Organisasi Perangkat Daerah. Penggunaan bahasa jawa dilakukan dalam hal rapat dinas, percakapan melalui telepon dan percakapan sehari-hari. Dan di Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri, penggunaan bahasa jawa dituangkan melalui Instruksi Walikota yang pada saat itu dijabat oleh Herry Zudianto. Namun hingga sekarang aplikasi penggunaan bahasa Jawa tiap Jumat tersebut masih kurang maksimal. "Saya mengetahui ada aturan penggunaan bahasa jawa, namun pada pelaksanaannya saya dan teman-teman tidak memakai bahasa jawa," tegas Nila Damayanati saat diwawancarai. Beliau adalah salah satu Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Instansi Pemerintah Kota Yogyakarta. 

Di lingkup kecil, misalnya keluarga, banyak orang tua yang ikut andil dalam hilangnya eksistensi bahasa jawa. Mereka kebanyakan menggunakan bahasa indonesia dalam bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa dianggap kuno di jaman sekarang. Marilah lestarikan budaya bangsa, dalam hal ini bahasa jawa agar di kemudian hari kita tidak merugi. Apalagi jika budaya tersebut kembali diklaim oleh bangsa lain. Lalu, bagaimana anda khususnya warga jogja mempertahankan kelestarian Bahasa Jawa yang merupakan salah satu Kebudayaan masyarakat Jogjakarta. Jogja Istimewa ! (-Joogja Circles-)

Read our article at : http://log.viva.co.id/news/read/382394-pertahankan-kelestarian-bahasa-jawa

Sumber gambar : http://smpn2kademangan-blitar.blogspot.com/2012/03/basa-jawa-selalu-gayeng.html

2 komentar:

wanspeak mengatakan...

iya, miris anak-anak jama sekarang. ketika lebih banyak disuruh les Bahasa Inggris tapi kemudian meninggalkan bahasa asli mereka sendiri.

Ay Sagira® mengatakan...

mampir ya, numpang baca2...:)

Posting Komentar

Joogja Circles, Berita dan Informasi Seputar Jogja.

Share Button :

 

Copyright © 2014 Joogja Circles | Powered by Blogger | You can also read our news at Facebook