Mendukung Kawasan Tanpa Rokok di Sleman, Yogyakarta

Tanda / Simbol Dilarang Merokok
Mendukung Kawasan Tanpa Rokok di Sleman, Yogyakarta | Joogja Circles - Pada pertengahan tahun 2012 lalu, Pemerintah Daerah Sleman telah menerbitkan Perbup No. 42 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok yang didasari oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Peraturan Bupati ini telah berlaku sejak September 2012 lalu. Awalnya, pada tahun 2011 aturan mengenai rokok telah diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Sleman yang berusaha semaksimal mungkin melindungi individu, masyarakat dan lingkungan dari paparan asap rokok. Menurut Peraturan Bupati tersebut kawasan tanpa rokok meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Kecuali di tempat kerja dan tempat umum dilarang menyediakan tempat khusus merokok yang persyaratannya telah dijelaskan di dalam Peraturan Bupati tersebut. 

Berdasarkan data dari Lembaga Demografi FE UI (2010), pada tahun yang sama terdapat sekitar 65 juta penduduk Indonesia merokok. Dan yang lebih ironis sebagian besar perokok pasif adalah perempuan yang jumlahnya mencapai 66% dari total perokok pasif. Selain perempuan, bayi dan anak-anak juga menjadi korban paparan asap rokok terutama ketika mereka berada di rumah. Paparan asap rokok di rumah, kantor atau tempat-tempat umum lainnya perlu diminimalisasi untuk melindungi mereka. Sebagaimana telah diketahui dari banyak penelitian salah satu diantaranya meneybutkan bahwa Asap rokok adalah human carcinogen atau penyebab kanker pada manusia karena mengandung 4.000 bahan kimia berbahaya, yang 69 di antaranya penyebab kanker. 

Meskipun demikian perlu adanya pengawasan, pemantauan dan pembinaan yang berkelanjutan dari Pemerintah Daerah Sleman yang didukung oleh partisipasi masyarakat untuk melaksanakan peraturan ini. Memang sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan merokok, tetapi perlu diminimalisasi efek negatifnya. Salah satunya dengan Peraturan Bupati ini. Partisipasi masyarakat dapat dlakukan melalui sikap saling mengingatkan atau menegur bagi siapapun yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok. Dari lingkup yang kecil, rumah misalnya, wujudkanlah rumah hunian sebagai lingkungan bebas asap rokok untuk melindungi keluarga yang anda sayangi. Jogja istimewa... (-Joogja Circles-)

Sumber gambar : http://www.thedrum.com/news/2012/11/14/why-no-smoking-campaigns-can-often-encourage-people-smoke

5 komentar:

Iwan mengatakan...

Bagaimana dengan kawasan bebas parkir?
Sekarang ini parkir sudah sangat meresahkan. Burjo yang agak gedean dikit aja ada parkirnya. Bayangin aja kalo mampir di 10 tempat sehari udah berapa tuh...

HS mengatakan...

-pertama saya mendukung kawasan bebas tanpa rokok..
-kedua trimakasih dah mampir di blog saya
-menanggapi pertanyaan sobat ...yang diselenggarakan oleh bank mandiri ada dua kontes: BLOG kontes dan SEO kontes, serupa tapi tak sama lihat di sini sob :http://www.mandirisaja.com/

Adi Pradana mengatakan...

Ide bagus mas iwan, nanti saya review tentang parkiran. :)

Adi Pradana mengatakan...

Wah berarti saya yang ketinggalan info ya. Kembali kasih atas kunjungannya.

Warna Warni Wawasan mengatakan...

perlu dukungan semua pihak untuk misi kawasan tanpa rokok. semoga tercapai..

Posting Komentar

Joogja Circles, Berita dan Informasi Seputar Jogja.

Share Button :

 

Copyright © 2014 Joogja Circles | Powered by Blogger | You can also read our news at Facebook